Ini Dia Jenis-jenis Baterai Mobil Listrik, Banyak Variannya!

Posted on

Baterai Mobil Listrik bisa bekerja karena ada daya listrik. Daya listrik ini disimpan dalam sebuah battery, sama perannya seperti bak bensin. Sama ukuran sebesar itu, kamu pernah memikirkan tidak apa tipe battery yang sanggup simpan daya untuk menggerakan sebuah mobil listrik?

Jika iya, rupanya tipe battery mobil listrik juga cukup bermacam, lho. Berikut info sekitar tipe battery mobil listrik yang IDN Times kumpulkan untuk kamu kenali selanjutnya. Silahkan dibaca!

1. Battery Lithium-Ion (Li-on)

Kamu pasti tidak asing dengan tipe battery ini, karena beragam piranti electronic banyak yang memakai tipe battery lithium-ion. Rupanya, tipe battery lithium-ion ialah tipe battery mobil listrik yang umum dipakai. Material battery ini memakai karbon dan lithium yang paling reaktif, hingga sanggup simpan banyak energi.

Baca Juga : Rental Mobil Lampung

Ada beragam keunggulan kenapa tipe battery li-on sering dipakai untuk mobil listrik:

  • Rasio daya pada beratnya tinggi sekali.
  • Efektivitas dayanya tinggi.
  • Rasio dayanya besar setiap beratnya.
  • Mempunyai perform yang baik walaupun dalam temperatur yang tinggi.
  • Pengisian daya dapat semakin cepat serta lebih bertahan lama.
  • Kepadatan daya yang dibuat semakin lama dalam paket yang lebih enteng.
  • Tingkat self-discharge rendah.
  • Tidak memiliki kandungan beberapa zat beresiko dan bisa didaur ulangi.

Adapun mobil listrik yang banyak memakai tipe battery ini ialah mobil listrik BEV (baterai electric vehicle) dan PHEV (plug-in hybrid electric vehicle).

2. Battery Nickel-Metal Hybrid (NiMH)

Battery NiMH banyak dipasangkan pada mobil listrik type HEV (hybrid-electric vehicle), tetapi banyak juga mobil listrik BEV yang memperlengkapi dengan tipe battery ini. Tipe battery mobil listrik ini mempunyai karakter tidak bisa isi daya dari sumber external atau proses pengisian, hingga daya bisa etrisi lewat perputaran mesin dan roda, dan pengereman regeneratif.

battery ini memakai material hidrogen untuk simpan energi, dan nikel dan logam lain (misalnya titanium) untuk jaga tutup ion hidrogen. Dari sisi transisi hidup, battery NiMH semakin lama dibanding battery li-on. Disamping itu battery ini aman bila terjadi ketidaktepatan pemakaian.

Tetapi, harga dari battery NiMH lebih mahal. Tingkat self-discharge lumayan tinggi, dengan hasilkan panas yang berarti pada temperatur tinggi, hingga battery ini cuma dipakai di tipe mobil listrik hibrida.

3. Battery Lead-Acid

Battery lead-acid atau battery SLA ialah tipe battery isi ulangi yang terlebih dahulu datang. Tetapi karena kemampuannya kurang sanggup berkompetisi dan beratnya lumayan berat, hingga tipe Baterai Mobil Listrik ini kurang diperhitungkan. Tetapi, harga battery lead-acid tambah murah dan relatif murah dibanding tipe battery yang lain. Untuk sekarang ini, battery lead-acid dipakai di kendaraan komersial cuma untuk penyimpan daya cadangan saja. Tetapi saat ini sedang ada proyek peningkatan mobil listrik dengan memakai battery lead-acid dalam jumlah besar.

4. Battery Solid-State

Secara wujud, battery ini mempunyai keserupaan dengan battery li-on. Diberi nama solid-state karena gantikan peranan elektrolit cair pada battery li-on jadi elektrolik padat dengan bentuk keramik atau bahan padat yang lain. Hingga yang membandingkan dengan battery li-on ialah battery solid-state lebih solid serta lebih berat.

Tipe battery mobil listrik ini baru diaplikasikan pada industri mobil pada belakangan ini. Walau sebenarnya pemakaian battery solid-state telah terlebih dahulu dipakai pada piranti electronic lain dengan wujud yang kecil, sama dalam alat picu jantung.

Pemakaian bahan padat sebagai elektrolit pada battery ini juga memperingkas kemampuannya, karena tapak jejaknya lebih kecil dibanding cairan yang tradisionil. Hingga dibanding dengan battery li-on memiliki sama, battery solid-state mempunyai kemampuan dua sampai 3x semakin besar.

5. Battery Nickel-Cadmium

Sebagai tipe battery mobil listrik yang pernah dipakai pada produksi mobil listrik pada tahun 90-an. battery ini mempunyai keunggulan seperti kepadatan penyimpanan yang berarti sampai periode gunakan sekitaran 500 sampai 1.000 transisi pengisian daya.

Battery ini sayang mempunyai kekurangan seperti beratnya yang berat dan rawan pada dampak memory, yaitu peristiwa fisik berbentuk pengurangan performa battery bila alami transisi ‘pengosongan’ beberapa. Sekarang ini pemakaian battery nickel-cadmium dilarang karena memiliki kandungan bahan cadmium yang beracun.

Baca Juga : Rental Mobil Bandar Lampung

6. Battery Ultracapacitor

Ketidaksamaan menonjol dari tipe Baterai Mobil Listrik ini ialah penyimpanan cairan yang terpolarisasi di antara elektroda dan elektrolitnya. Saat luas permukaan cairan bertambah, karena itu kemampuan penyimpanannya juga ikut bertambah.

Battery ini benar-benar pas jadi piranti penyimpanan daya sekunder di mobil listrik, karena berperanan untuk menolong battery elektrokimia tingkatkan tingkat bebannya. Battery ultracapacitor memberi tenaga extra pada mobil listrik untuk berakselerasi dan pengereman regeneratif.

Berikut 6 tipe battery mobil listrik yang sering dipakai pada beberapa mobil listrik. Rupanya ada banyak battery yang mempunyai peranan untuk bersinergi menolong battery khusus dalam jalankan mobil listrik.

Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Cari